Monday, January 20, 2020

Border Aruk: Border Termegah di Indonesia Saat Ini

Border Aruk diresmikan pada 17 Maret 2017. Lokasinya berada di Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) atau Border ini merupakan yang termegah di Kalimantan saat ini, bahkan Indonesia.

Dari Sambas kota, kita dapat melakukan perjalanan darat selama kurang lebih 1,5 jam. Jalur menuju border Aruk, telah bagus. Jalanan halus beraspal dan beberapa bagian dibeton.

Berikut ini foto-foto saat mengunjungi Border Aruk pada 26 September 2018 lalu.














Sunday, January 5, 2020

Masjid Ageng Boyolali


Masjid Ageng Boyolali diresmikan pada 3 Agustus 2015. Arsitekturnya mirip seperti masjid Istiqlal, hanya dibuat lebih kecil dan lebih sederhana. Lokasinya berada di Kompleks Perkantoran Terpadu, Jalan Merdeka Timur, Wonosari, Kemiri, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali.

Masjid Ageng Boyolali dibangun seiring dengan dibangunnya kompleks perkantoran terpadu Pemerintah Kabupaten Boyolali. Boyolali sebenarnya telah memiliki Masjid Agung Boyolali di Jalan Merbabu No. 39, Singorajan, Siswodipuran, Boyolali, berdekatan dengan Pendapi Alit, yang saat ini difungsikan sebagai rumah dinas Bupati Boyolali.











Foto adalah koleksi pribadi, diambil pada 3 Januari 2020

Tuesday, December 31, 2019

Stasiun Jebres, Solo

Stasiun Jebres, Solo (ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀‌ꦯꦭꦗꦺꦧꦿꦺꦱ꧀Sêtasiyun Sala Jèbrès) adalah salah satu stasiun kereta api di kota Solo. Berada di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Barada di ketinggian +97 M. Dibangun pada tahun 1883 dan resmi digunakan pada 1884, bersamaan dengan selesai dibangunnya jalur kereta api Solo-Madiun. 

Nama Jebres diambil dari nama seorang Belanda yang bermukim di daerah ini yakni Van der Jeep Reic, lidah orang Jawa menyebutnya menjadi Jebres. Maka daerah kediaman tersebut disebut dengan daerah Jebres.




Pada masa kolonial, stasiun ini digunakan untuk penumpang dan angkutan barang. Juga sering digunakan para keluarga Keraton Surakarta untuk bepergian ke Batavia dan Surabaya. Pada awal abad ke-20, rute tram dalam kota dari Bangak Boyolali ke Stasiun Purwosari diterukan ke Benteng Vastenburg hingga Stasiun Jebres. 




Pada saat ini, stasiun Jebres difungsikan untuk perjalanan kereta api tujuan Jakarta dan Jawa Timur, yakni Bangunkarta (Jakarta-Surabaya via Madiun-Jombang); Brantas (Jakarta-Blitar via Madian); Majapahit (Jakarta-Malang via Madiun-Blitar) dan Matarmaja (Jakarta-Malang via Madiun-Blitar).



Catatan: Foto adalah koleksi pribadi, diambil pada 30 Desember 2019

Wednesday, December 25, 2019

Pasar Pusat Medan

Pasar Pusat, Kota Medan adalah salah satu pasar tradisional yang berada di kota Medan. Tepatnya di Kelurahan Pusat Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.

Dikenal juga dengan nama Pajak Sentral atau Tua Pa Sat, pembangunannya dimulai sejak 1931, tepatnya pada 2 April 1931. Usulan untuk mendirikan pasar besar telah dilakukan sejak 1929. Pembangunan pasar ini selesai pada 21 Desember 1932. Dan dibuka pertama kalinya pada 1 Maret 1933. 

Gedung Pasar Pusat Pasar yang saat ini terhubung dengan gedung Medan Mall ini pada awal mulanya tidak banyak ditempati pedangang karena keadaan ekonomi yang kurang baik serta alasan memindahkan kios dari tempat asal dianggap merepotkan. Guna mengatasi hal ini, pada tahun 1942 ongkos sewa kios diturunkan dan pembayarannya disesuaikan dengan kesanggupan penyewa. Pasar ini pernah mengalami kebakaran pada 1971 yang menghabiskan dua dari empat bangunan pasar. Kemudian pada 1978, dua bangunan yang tersisa juga terbakar. Pada pertengahan 1990 bangunan dibangun Medan Mall dan keduanya dihubungkan. Posisi pasar tradisional berada di belakang mall.

Penghubung dari Medan Mall ke Pasar Pusat Pasar



Pasar yang dikenal sebagai pusat grosir beraneka kebutuhan ini buka dari jam 07.00 hingga 17.00 tiap harinya. Di sini, juga terkenal dengan los-los ikan asin, macam-macam ikan asin dijual di sini, ada teri, sotong maupun ikan pari dan sebagainya. Juga ada penjual Ulos serta berbagai macam kuliner yang dapat dijumpai di tengah-tengah pasar, diantaranya sate padang, opor ayam, lontong dan nasi sayur.








Di depannya banyak berjajar bentor (becak bermotor) dan juga ada ruko-ruko bangunan tua. Ada beberapa bangunan kosong yang digunakan untuk rumah walet.

Deretan Ruko Tua depan Pasar Pusat Medan

Deretan bentor mangkal di depan pasar

Telepon Umum yang masih ada di tengah-tangah Pasar Pusat Medan

Catatan: Foto adalah koleksi pribadi, diambil pada 21 Desember 2019



Saturday, November 30, 2019

Jernihnya Air di Waikelo Sawah, Sumba Barat Daya

Jika Anda berkunjung ke Pulau Sumba, perlu menyempatkan diri untuk mampir di Waikelo Sawah. Sebuah bendungan yang airnya sangat jernih. Waikelo Sawah berada di dalam wilayah administrasi Kabupaten Sumba Barat Daya. Kabupaten Sumba Barat Daya adalah kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat, pada tahun 2007. 

Lokasi Waikelo Sawah berlokasi di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya. Lokasinya tidak jauh dari Kota Waikabubak, Ibukota Sumba Barat. Dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Ditempuh setidaknya 20 menit berkendara dari Waikabubak, Sumba Barat, jika Anda berangkat dari Tambolaka, Sumba Barat Daya perlu waktu sekitar 40 menit berkendara.

Bendungan Waikelo Sawah dibangun pada tahun 1976, dirancang untuk tujuan irigasi dan pembangkit listrik. Berada di kaki bukit dan banyak dikelilingi oleh pepohonan rimbun dan sawah-sawah milik masyarakat, membuat suasananya sejuk. Banyak warga memanfaatkan kolam bendungan ini untuk mandi dan mencuci. Tak jarang mereka mengambil air bersih dari tempat ini untuk kebutuhan sehari-hari.





Kolam airnya tenang, namun sebenarnya arusnya besar di dalam kolam tersebut. Menurut penuturan warga setempat, kolam ini pernah memakan korban jiwa. Debit air yang mengalir dari bendungan ini diperkirakan 1000 Liter/detik. Berlimpahnya air ini digunakan untuk mengairi sawah ke Desa Tema Tana, Kalembu, Ndara Mane, Mereda Kalada, Pada Eweta, Ww Rame serta Tanggaba. Selain itu aliran ini juga untuk pembangkit listrik. 

Pulau Sumba terkenal kering dan tandus, sebab di Sumba musim kemarau bisa mencapai 9 bulan dan musim hujan hanya 3 bulan. Namun ternyata ada sumber mata air yang jernih dan berlimpah. Waikelo Sawah adalah salah satunya.














Catatan: Foto dan Video adalah koleksi pribadi, diambil pada 19 November 2019